“Kami mendapat pendampingan dari pihak UIB. Salah satu profesor yang membantu promosi produk kami sering membawa contoh kain ke luar negeri. Bahkan saat beliau ke Jerman, ada beberapa lembar kain kami yang terjual di sana,” katanya.
Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
Di balik berkembangnya berbagai usaha masyarakat tersebut, terdapat program pembinaan yang dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga.
Januar Ari Setiomo, Community Development MEG yg membawahi pembinaan UMKM mengatakan saat ini pihaknya membina sekitar 26 UMKM yang berada di kawasan Rempang Eco City.
“Sekarang ada sekitar 26 UMKM yang kami bina. Jenis usahanya beragam, mulai dari makanan dan kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif seperti batik dan berbagai kerajinan berbasis budaya lokal,” ujar Januar.
