Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi mismatch tenaga kerja, yakni kondisi ketika kompetensi yang dimiliki pekerja tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dengan mempertemukan peserta pemagangan dengan perusahaan maupun instansi yang membutuhkan tenaga kerja, pemerintah berharap kesenjangan kompetensi tersebut dapat semakin ditekan.
MagangHub Sediakan 54.304 Kuota
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah mengatakan MagangHub Batch I Angkatan 2 menyediakan 54.304 kuota pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi.
Kuota tersebut tersedia melalui 3.672 penyelenggara, yang terdiri atas perusahaan serta unit kerja kementerian dan lembaga.
Dari jumlah tersebut, terdapat 1.830 perusahaan dan 1.842 unit kerja kementerian dan lembaga yang ikut menjadi penyelenggara sekaligus menyediakan lowongan pemagangan.
Secara keseluruhan, para penyelenggara menyediakan 28.455 posisi pemagangan dengan total kuota mencapai 54.304 peserta.
“Sebanyak 31.351 kuota tersedia pada perusahaan, sedangkan 23.053 kuota lainnya berada pada unit kerja kementerian dan lembaga,” jelas Darmawansyah.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program pemagangan sebagai salah satu jalur untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Dengan rencana pembukaan Batch II dan Batch III, pemerintah berharap kesempatan tersebut dapat menjangkau lebih banyak peserta sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
SUMBER: BISNIS INDONESIA
