IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Program Pemagangan Nasional MagangHub mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sekitar 700.000 orang telah mendaftar dalam satu tahun terakhir, dengan sebanyak 226.000 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat atau eligible untuk mengikuti program tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peserta yang mengikuti MagangHub Batch I merupakan hasil dari proses seleksi. Pemerintah juga memastikan pendaftar yang belum lolos masih memiliki kesempatan mengikuti program pada tahap berikutnya.
“Selamat buat adik-adik untuk Batch I. Ini adalah hasil dari sebuah seleksi. Dalam satu tahun terakhir, ada 700.000 pendaftar, tetapi yang eligible 226.000,” kata Yassierli dalam Kick off Pemagangan Nasional MagangHub Batch I Angkatan 2 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Yassierli, pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan pembukaan Batch II dan Batch III. Kesempatan tersebut diberikan agar semakin banyak pencari kerja dan lulusan perguruan tinggi dapat memperoleh pengalaman kerja melalui program pemagangan nasional.
“Bagi adik-adik yang belum, segera kami akan umumkan Batch II dan III,” ujarnya.
Program Prioritas Pemerintah
Yassierli menegaskan, Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman kerja kepada peserta, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi perusahaan dan perekonomian nasional.
Menurutnya, pemagangan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Peserta dapat memperoleh pengalaman serta keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kesempatan mendapatkan calon tenaga kerja yang telah memiliki pemahaman terhadap lingkungan dan kebutuhan industri.
“Ini program prioritas Presiden. Memberi manfaat bagi adik-adik sekalian, kedua bagi perusahaan, dan bagi bangsa dalam skala makro ini juga kita berharap bisa berdampak pada pengurangan mismatch dan berdampak pada produktivitas bangsa kita,” kata Yassierli.










