167 Titik Banjir di Batam Dipetakan, Pemko dan BP Batam Bagi Tugas Penanganan

Dalam rapat itu, tercatat 167 titik banjir di Kota Batam yang masuk dalam peta penanganan. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.

Amsakar menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko Batam dan BP Batam. Dengan pembagian tersebut, penanganan di lapangan diharapkan tidak tumpang tindih ataupun menyisakan wilayah yang belum tertangani.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengkong Swadebi. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah kendaraan terseret arus saat hujan dengan intensitas tinggi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Amsakar Hadiri Rakornas TPAKD 2025, Dorong Penguatan Akses Keuangan demi Ekonomi Kerakyatan

Secara teknis, Bengkong Swadebi merupakan kawasan yang relatif rendah dan menjadi titik temu aliran air dari tiga wilayah. Salah satu aliran dengan debit terbesar berasal dari kawasan Cahaya Garden.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam bersama BP Batam menyepakati pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di bagian hilir. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menampung sekaligus mengatur aliran air secara lebih terintegrasi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan, pentingnya evaluasi berkala dan penyamaan data sebagai dasar penanganan banjir. Menurutnya, kondisi wilayah terus berubah seiring perkembangan permukiman sehingga data penanganan harus terus diperbarui.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi, Dorong Tata Kelola dan Distribusi Energi Andal

“Data awal yang dihimpun dari lapangan terus dinamis seiring berkembangnya kawasan permukiman. Karena itu, evaluasi terhadap titik yang sudah ditangani tahun lalu harus memastikan tempat tersebut benar-benar bebas banjir,” ujar Li Claudia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *