Sejalan dengan itu, Amsakar juga memaparkan berbagai program pendukung pembangunan SDM, mulai dari pembagian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi, beasiswa untuk anak hinterland yang diterima di perguruan tinggi negeri, hingga bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Semua ini kita rancang untuk menyiapkan generasi muda Batam yang unggul dan berdaya saing di masa depan,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Pemko Batam turut memperkuat tata kelola pemerintahan. Menurut Amsakar, pemerintahan yang baik dan bersih harus dimulai dari pembentukan mental aparatur, sekaligus dukungan sarana dan prasarana yang memadai di lapangan.
Dalam konteks perhubungan, juru parkir dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah. Karena itu, pemerintah memberikan atribut resmi sebagai bentuk penghargaan dan peningkatan profesionalisme.
“Kita ingin juru parkir bekerja dengan nyaman, tertib, dan profesional. Apresiasi ini juga menjadi dorongan agar pengelolaan parkir ke depan semakin baik,” tuturnya.
Melalui program tersebut, Pemko Batam berharap pelayanan transportasi publik semakin merata, akses pendidikan semakin terbuka, serta kualitas pelayanan perhubungan di Kota Batam terus meningkat. (***)
