Wamensos Agus Jabo Ajak Mahasiswa Terlibat Aktif dalam Mitigasi dan Penanganan Bencana

Menurut Agus Jabo, mahasiswa dapat berkontribusi dalam setiap tahap tersebut melalui penelitian, edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.

Ia juga mendorong perguruan tinggi membentuk kelompok relawan mahasiswa yang dapat bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Kita perlu mengetahui lokasi-lokasi yang berisiko, termasuk dengan mempelajari sejarah kebencanaan di Indonesia. Penelitian semacam ini dapat menjadi dasar untuk merancang langkah mitigasi,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kinerja BUP BP Batam di Triwulan I 2025 Menunjukkan Trend Positif

Ia menambahkan, mahasiswa yang ingin terjun langsung ke lokasi bencana perlu memperoleh pelatihan terlebih dahulu agar memahami tugas, kemampuan, dan prosedur yang dibutuhkan.

“Kalau kampus-kampus juga dapat membangun relawan mahasiswa yang bekerja sama dengan Tagana, itu akan sangat baik,” ujar Agus Jabo.

Mahasiswa Undip Siapkan Pelatihan dan Simulasi Kebencanaan

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa Undip menyampaikan rencana menyusun konsep pelatihan dan simulasi kebencanaan bagi mahasiswa. Agus Jabo menyambut baik rencana itu dan meminta mahasiswa berkoordinasi dengan tim Kemensos untuk membahas pelaksanaannya lebih lanjut.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos, Masriani Mansyur, turut membuka peluang kolaborasi dalam edukasi kebencanaan dan identifikasi kebutuhan warga terdampak.

BACA JUGA:  HARRIS Batam Center dan HARRIS Waterfront Hadirkan Natal Eksklusif 'White & Gold' dan 'Winter Wonderland'

Terkait rencana kunjungan mahasiswa ke NTT pada November mendatang, mahasiswa dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di lapangan melalui koordinasi dengan Kemensos dan pemerintah daerah.

Pendataan yang akurat dinilai penting agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Agus Jabo berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama nyata antara Kemensos dan mahasiswa, baik dalam penelitian, mitigasi bencana, pelatihan relawan, maupun penanganan langsung di lapangan.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi hari ini. Kita ingin ada kegiatan nyata yang bisa dilaksanakan bersama, baik dalam penelitian, mitigasi, pelatihan relawan, maupun penanganan bencana di lapangan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kejari Batam Dalami Dugaan Korupsi Kredit Fiktif di Pegadaian Syariah Senilai Rp3,9 Miliar

SUMBER: DETIK

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *