Baik Wahyu maupun Surya sepakat bahwa Batam perlu menghadirkan destinasi budaya baru seperti kampung-kampung tematik, panggung seni, hingga sentra kuliner tradisional. Tujuannya agar wisatawan mancanegara tidak hanya singgah, tetapi juga tinggal lebih lama.
“Di Jawa, setiap daerah punya banyak budaya dan event. Batam juga harus bisa begitu. Kita harus tumbuhkan destinasi dari masyarakat. Jika destinasi tumbuh, ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.
Forum diskusi itu menjadi pintu masuk bagi penyusunan RIPDA 2026 dan penguatan ekonomi Kepri melalui pariwisata. Dengan keterbatasan APBD, pemerintah dan komunitas diharapkan berkolaborasi lebih erat agar sektor pariwisata menjadi penopang utama perekonomian Kepri pada tahun-tahun mendatang. (Iman Suryanto)
