Lebih jauh, ia menyoroti bagaimana perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan analisis digital telah merevolusi strategi pemasaran global.
Perusahaan kini mampu mengukur efektivitas kampanye secara presisi, memahami perilaku konsumen, hingga mengoptimalkan tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi.
Namun demikian, Nyanyang mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengabaikan aspek etika. Transparansi, kepercayaan, dan keaslian harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun strategi pemasaran yang berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan ekonomi negara berkembang, Nyanyang melihat influencer marketing membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas pasar internasional tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
“Melalui kreativitas digital dan kolaborasi strategis, produk lokal kini memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi merek global. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya ke pasar internasional,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor bisnis dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.










