Wacana Pembatasan Minimarket Dinilai Perlu Kajian Matang, Apindo Batam Ingatkan Dampak Tenaga Kerja dan Persaingan Usaha

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid

“Pengelola adalah kunci. Jika bisnis ritel dijalankan oleh orang yang tidak punya kompetensi, peluang gagal sangat besar. Profesionalisme harus menjadi fondasi utama, bukan sekadar pendekatan politis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rafki optimistis dukungan penuh dari pemerintah desa sebenarnya sudah cukup untuk membuat Kopdes Merah Putih tumbuh dan bersaing secara sehat tanpa harus mengorbankan pelaku usaha swasta yang telah lebih dulu hadir.

Menurutnya, kebijakan ekonomi seharusnya mendorong kolaborasi dan kompetisi yang adil, bukan menciptakan pembatasan sepihak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Warga Seipanas Siap 'Berjuang' Menangkan Rudi-Rafiq di Pilkada Kepri

Mengutip pemikiran ekonom klasik Adam Smith, Rafki mengingatkan bahwa persaingan akan melahirkan spesialisasi, dan spesialisasi akan menciptakan kemajuan.

“Jika persaingan dihilangkan, maka jalan menuju kemajuan justru akan terhambat,” katanya.

Ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam mengeksekusi wacana pembatasan minimarket. Pasalnya, jika ritel modern dibatasi namun Kopdes Merah Putih belum mampu mengisi ceruk pasar yang ditinggalkan, maka masyarakatlah yang akan menjadi pihak paling dirugikan, baik dari sisi ketersediaan barang, harga, maupun kualitas layanan.

“Intinya, kebijakan ini perlu pertimbangan yang sangat matang. Jangan sampai niat memperkuat ekonomi desa justru berujung pada melemahnya pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Rafki. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *