Transaksi QRIS Cross Border Kepri Melonjak Tajam, Singapura dan Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar

Secara nasional, transaksi inbound Malaysia juga menunjukkan pertumbuhan tinggi dengan volume mencapai 4,78 juta transaksi dan nominal menembus Rp1,08 triliun pada 2025.

Rony menilai dominasi Malaysia sangat wajar mengingat kedekatan geografis dan tingginya mobilitas wisatawan Malaysia ke Batam, Bintan, dan wilayah Kepri lainnya.

“Kepri merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Malaysia. Implementasi QRIS cross border mempermudah mereka bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Tokoh Masyarakat Tanjung Pantun Dukung Peremajaan Kawasan, Tekankan Penataan Ditangani Pihak yang Paham Kondisi Lapangan

Sementara itu, transaksi inbound dari Thailand juga menunjukkan pertumbuhan positif sejak implementasi pada 29 Agustus 2022.

Pada 2023 (Juli–Desember), volume transaksi Thailand di Kepri tercatat 26 transaksi dengan nominal Rp7,16 juta. Angka tersebut melonjak pada 2024 menjadi 627 transaksi dengan nominal Rp23,53 juta.

Hingga November 2025, volume transaksi mencapai 1.146 transaksi dengan nominal Rp236,89 juta, atau tumbuh 128 persen (yoy) dari sisi volume dan 348 persen (yoy) dari sisi nominal.

Secara nasional, transaksi inbound Thailand pada 2025 tercatat 75.845 transaksi dengan nominal Rp42,82 miliar.

“Walaupun kontribusinya belum sebesar Malaysia, tren pertumbuhan Thailand tetap positif dan menunjukkan potensi ekspansi yang besar ke depan,” kata Rony.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Sambut Positif SERAMBI 2026, Nilai BI Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

Adapun transaksi inbound dari Singapura, yang mulai diimplementasikan pada 17 November 2023, mencatat pertumbuhan paling akseleratif dalam periode singkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *