“Kebutuhan ayam di Kepri sehari bisa mencapai 300 ton. Untuk telur, kebutuhan kita sekitar 3 juta butir per hari. Sayur-sayuran juga sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah, mulai dari Medan, Padang, Lampung, Makassar bahkan Lombok,” ungkapnya.
Karena itu, ia menegaskan HKTI Kepri di bawah kepemimpinannya akan fokus membangun sistem pertanian yang lebih terintegrasi melalui penguatan kelompok tani, urban farming, dan pengembangan ketahanan pangan berbasis karakteristik wilayah.
“Kita harus mengintegrasikan semua potensi pertanian yang ada. Sudah ada kelompok tani, sudah ada urban farming, tapi belum terhubung secara maksimal. Ini yang akan kita bangun untuk ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Riau ke depan,” tutup Nyanyang. (Iman Suryanto)










