Transformasi tersebut diperkuat melalui pengembangan broadband dan 5G, MyTelkomsel Super App, serta integrasi IndiHome B2C. Dalam satu dekade terakhir, Telkomsel juga memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas layanan melalui Autonomous Network dan Virtual Assistant Veronika yang mempercepat respons dan menghadirkan pengalaman yang lebih personal.
Melalui kolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI), Telkomsel menghadirkan Sacred Octagon di MyTelkomsel sebagai solusi pembelajaran berbasis AI yang interaktif dan relevan bagi keluarga Indonesia.
Pengalaman ini didukung jaringan 5G yang menjangkau lebih dari 107 kota/kabupaten dengan lebih dari 6.380 BTS 5G, termasuk 5G contiguous di 36 kota/kabupaten. Komitmen keberlanjutan dijalankan melalui BTS Green, dengan lebih dari 360 BTS menggunakan energi terbarukan serta pengelolaan limbah elektronik melalui reuse dan recycle.
Melengkapi upaya tersebut, Telkomsel melalui program CSR seperti NextDev yang merupakan program inkubasi untuk ekosistem startup digital, Telkomsel telah mendukung ribuan talenta sekaligus memperkuat ekosistem inovasi digital.
Komitmen ini juga diwujudkan dalam menjaga konektivitas saat krisis, termasuk melalui percepatan pemulihan jaringan pascabencana hidrometeorologi di Sumatra pada akhir 2025 agar masyarakat tetap terhubung di tengah situasi sulit.
Berdasarkan kajian sosio-ekonomi independen PT LAPI ITB (2024–2025), Telkomsel berkontribusi sebesar Rp36,972 triliun melalui PNBP spektrum, BHP USO & Jastel, pajak, serta dividen. Ekosistem Telkomsel juga diperkirakan berkontribusi pada penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
Semua pencapaian ini tidak terlepas dari kepercayaan pelanggan dan dukungan ekosistem yang terus tumbuh bersama Telkomsel.
