PLN Batam juga mencatat adanya peningkatan konsumsi listrik sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk mendukung operasional pembangkit, ketersediaan energi primer juga dalam kondisi aman, dengan pasokan gas mencapai 133,8 BBTUD dari kebutuhan rata-rata 102 BBTUD, serta stok batu bara yang mencukupi.
Sebagai langkah antisipasi darurat, PLN Batam menyiapkan berbagai peralatan pendukung seperti genset mobile, gardu portable, trafo mobile, serta armada kendaraan operasional.
Di luar masa siaga, PLN Batam terus memperkuat infrastruktur kelistrikan. Saat ini, sistem didukung oleh 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan listrik sepanjang hampir 3.000 kilometer.
Dengan jumlah pelanggan yang telah melampaui 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam diperkirakan akan terus meningkat, terutama dari sektor industri dan bisnis.
Untuk itu, PLN Batam juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem pengendalian berbasis SCADA.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi secara optimal,” tutup Yoga. (BP)
