SWRO Kabil Mulai Dibangun, Investasi Rp600 Miliar Siapkan Pasokan Air untuk Industri Data Center Batam

Untuk mendukung distribusi air, pengelola juga merencanakan pembangunan jaringan pipa khusus yang menghubungkan fasilitas SWRO di Kabil dengan kawasan Nongsa.

Peters menambahkan, Kawasan Industri Terpadu Kabil memiliki luas sekitar 538 hektare. Sekitar 80 persen kawasan tersebut telah dimanfaatkan oleh berbagai kegiatan industri, mulai dari sektor pendukung minyak dan gas, energi terbarukan, pertambangan, hingga industri teknologi.

Investasi Data Center Pacu Kebutuhan Air Bersih

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wings Air Buka Rute Batam–Dumai Mulai Oktober 2026, BIB: Picu Lonjakan Ekonomi Regional

CEO Citra Mas, Mike Wiluan, mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau *artificial intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong lonjakan kebutuhan pusat data secara global.

Kondisi tersebut turut meningkatkan daya tarik Batam, terutama kawasan Nongsa dan Kabil, sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan industri data center di Asia Tenggara.

Menurut Mike, investasi data center tidak hanya menghadirkan modal berskala besar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berganda bagi daerah.

Dampaknya mencakup penyerapan tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari sektor konstruksi, logistik, jasa keamanan, pemeliharaan, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA:  Batam Jadi Pintu Emas Investasi: BP Batam Pegang Kendali Perizinan Usaha

“Untuk mendukung kebutuhan infrastruktur utama, kami telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Untuk listrik, kami bekerja sama dengan PLN Batam. Untuk konektivitas internet, kawasan telah terhubung dengan berbagai penyedia layanan melalui jaringan kabel serat optik bawah laut. Sementara untuk kebutuhan air bersih, dengan dukungan BP Batam, hari ini kami memulai pembangunan fasilitas SWRO tahap pertama,” kata Mike.

Ia menyebutkan, fasilitas SWRO tahap pertama berkapasitas 300 LPS ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Selanjutnya, kapasitas produksi direncanakan meningkat hingga 700 LPS pada 2030.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *