Keberadaan stok komoditas ini dinilai penting untuk menjaga pasokan bahan pangan strategis sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Guido XL Pereira juga menegaskan, Bulog Batam tidak hanya fokus pada penyimpanan stok, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar ke masyarakat. Ia menyebutkan, stok yang melimpah menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengantisipasi lonjakan permintaan musiman, hingga mendukung program bantuan pangan pemerintah
“Cadangan ini disiapkan sebagai buffer stock. Ketika harga mulai bergerak naik atau terjadi gangguan pasokan, Bulog siap melakukan intervensi pasar,” jelasnya.
Sebagai wilayah kepulauan, tantangan distribusi logistik di Batam dan Karimun membutuhkan perencanaan matang. Bulog Batam memastikan jalur distribusi tetap terjaga agar pasokan pangan tidak terhambat.
Menurut Guido, koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku distribusi, serta stakeholder pangan terus diperkuat untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang stabil dan terjangkau.
Dengan stok lebih dari 5,4 juta kilogram, Bulog Batam optimistis ketahanan pangan wilayah Kepri tetap terjaga sepanjang tahun.
“Kami ingin masyarakat tenang. Stok pangan aman, distribusi berjalan, dan Bulog selalu siap hadir menjaga stabilitas harga serta pasokan,” tutup Kaka Bos.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah, mengingat ketersediaan pangan merupakan salah satu faktor utama pengendali inflasi dan penopang daya beli masyarakat. (Iman Suryanto)
