Sebelumnya diberitakan, aksi protes warga dipicu oleh dua isu utama, yakni besaran IPL yang dinilai memberatkan serta rencana pembangunan homestay di dalam kawasan perumahan. Sejumlah spanduk bernada penolakan dipasang di gerbang utama dan beberapa titik strategis kawasan.
Ketua RW The Icon Central, Herry Sembiring, menyebutkan bahwa nilai IPL yang dibebankan kepada warga berkisar antara Rp765 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per bulan per unit rumah. Angka tersebut menjadi salah satu pemicu kekecewaan warga.
Manajemen The Icon Central Group berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui dialog terbuka, bukan melalui aksi yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Kami ingin semua pihak duduk bersama dan mencari solusi terbaik, dengan tetap mengacu pada kesepakatan yang sudah ada,” tutup Simson. (Iman Suryanto)










