IDNNews.co.id, Batam – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam menyoroti kebijakan penunjukan single operator dalam penanganan handling container khususnya kapal feeder dari Singapura dan Malaysia di Terminal Batu Ampar.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi serius, khususnya bagi perusahaan bongkar muat lokal.
Sekretaris APBMI, Budi Susanto saat ditemui pada Senin (5/1/2026) menyebutkan bahwa, saat ini seluruh aktivitas handling container feeder ditangani oleh satu operator saja terhitung mulai tanggal 15 Desember 2025.
Kondisi ini membuat ruang usaha bagi perusahaan bongkar muat lain menjadi tertutup dan memicu terhentinya sebagian kegiatan operasional.
“Ketika hanya satu operator yang ditunjuk, otomatis ada kegiatan yang berhenti. Dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tapi juga ke pekerja dan mitra usaha,” ujar Budi.
Ia menegaskan, sebelumnya sejumlah perusahaan bongkar muat lokal telah beroperasi puluhan tahun dan melakukan investasi besar di sektor kepelabuhanan.
Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap kelancaran arus logistik barang di Batam, baik dari Indonesia maupun dari Singapura dan Malaysia.










