Jangan Langsung Cek Jam Saat Terbangun
Jika terbangun sekitar pukul 03.00, Harris menyarankan agar seseorang tidak langsung melihat jam atau membuka ponsel.
Mengetahui berapa lama waktu yang tersisa untuk tidur justru dapat meningkatkan kecemasan.
Sebaliknya, pertahankan kamar tetap gelap dan tenang. Cobalah berbaring dengan nyaman dan melakukan aktivitas sederhana, seperti menghitung mundur secara perlahan.
Jika tetap terjaga hingga merasa frustrasi, seseorang dapat bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas ringan dengan pencahayaan redup, misalnya membaca buku. Kembali ke tempat tidur ketika mulai mengantuk.
Jika kebiasaan terbangun pada waktu yang sama berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, sebaiknya mulai mencatat pola tidur.
Catat waktu tidur dan bangun, frekuensi terbangun, serta konsumsi kafein atau alkohol. Informasi tersebut dapat dibawa saat berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur.
Konsultasi juga penting jika kebiasaan tersebut disertai dengkuran keras, terengah-engah saat tidur, sakit kepala atau mulut kering ketika bangun, kantuk berlebihan pada siang hari, perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi, atau gerakan kaki pada malam hari.
“Beberapa perubahan memang normal, tetapi masalah tidur yang terus-menerus dan mengganggu dapat ditangani,” pungkas Harris.
SUMBER: KOMPAS











