Semarak World Book Day 2026, BI Kepri Ajak Masyarakat Bangkitkan Budaya Literasi

Sebagai bentuk komitmen, Bank Indonesia Kepri telah menggelar berbagai kegiatan literasi, seperti lomba konten digital, lomba puisi, hingga podcast literasi yang melibatkan komunitas.

Program ini diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat serta menjadikan membaca sebagai kebiasaan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Pemerintah Provinsi Kepri, Moh. Bisri, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa indeks pembangunan literasi masyarakat di Indonesia masih berada pada kategori rendah, yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  QRIS Kepri Tumbuh Pesat, Transaksi Capai Rp7,7 Triliun hingga September 2025

“Perpustakaan sudah tersedia, buku juga banyak, tetapi minat membaca masih rendah. Ini menjadi tanggung jawab kita semua—keluarga, sekolah, hingga pemerintah—untuk membangun kembali kecintaan terhadap buku,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai membangun budaya membaca dari lingkungan terkecil, seperti menghadirkan pojok baca di rumah dan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan buku sejak dini.

Melalui peringatan World Book Day 2026 ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi semakin meningkat. Membaca bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

“Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melindungi diri dari berbagai bentuk manipulasi informasi,” pungkas Bisri. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *