Untuk memastikan pembangunan kawasan pendidikan berjalan sesuai dengan rancangan, sejumlah tenaga profesional dilibatkan.
Edy menyebut konsultan yang terlibat mencakup bidang perencanaan, infrastruktur, landscaping, interior, quantity surveyor (QS) hingga manajemen konstruksi.
Keterlibatan berbagai konsultan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kawasan pendidikan dibangun secara terencana, mulai dari aspek teknis hingga fungsi setiap fasilitas. Sebelum groundbreaking, persiapan pembangunan telah dilakukan selama beberapa bulan.
Ketua Pelaksana Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan, mengatakan pekerjaan cut and fill telah mencapai sekitar 98 persen. “Ini adalah langkah pertama untuk melanjutkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih,” kata Robinson.
Tahap awal tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa gagasan membangun sebuah kawasan pendidikan di Rempang mulai bergerak dari rancangan menuju bentuk fisik. (Iman Suryanto)
