Sekolah Terintegrasi Merah Putih Dibangun di Rempang, Eddy Hussy: Investasi 18 Hektare untuk Masa Depan SDM Batam

Kolam renang dan lapangan sepak bola juga disiapkan sebagai bagian dari fasilitas kawasan. Konsep tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan yang hendak dibangun di Rempang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Anak-anak akan berada dalam lingkungan yang memungkinkan mereka belajar, berinteraksi, berolahraga dan membangun karakter dalam satu kawasan.

Bagi anak-anak dari wilayah hinterland, konsep seperti ini juga membuka peluang mendapatkan akses pendidikan dengan fasilitas yang lebih lengkap tanpa harus meninggalkan lingkungan kawasan Batam terlalu jauh.

Bacaan Lainnya

Pembangunan kawasan pendidikan tersebut berlangsung ketika Rempang tengah diproyeksikan menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi Batam. Dalam konteks itu, pembangunan sekolah membawa dimensi yang berbeda.

Jika infrastruktur fisik menjadi fondasi pertumbuhan kawasan, maka pendidikan menjadi investasi untuk menyiapkan manusia yang kelak mengisi pertumbuhan tersebut.

Kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting ketika sebuah kawasan berkembang dan menarik aktivitas ekonomi baru.

Karena itu, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah bangunan yang berdiri atau luas lahan yang digunakan. Nilai jangka panjangnya berada pada anak-anak yang nantinya belajar di dalamnya.

Mereka adalah generasi yang akan menghadapi perubahan Rempang dan Batam dalam 10, 20 bahkan puluhan tahun mendatang.

Pos terkait