Menurut Prabowo, persoalan sampah juga berkaitan langsung dengan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai menjadi faktor penting dalam menarik kunjungan wisatawan.
“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling cepat dan paling banyak. Tapi tidak mungkin wisata berkembang kalau lingkungan kotor dan jorok,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini bertujuan membangun budaya bersih dan peduli lingkungan secara masif, mulai dari lingkungan kantor pemerintahan, sekolah, hingga permukiman masyarakat.
Selain itu, Prabowo turut menyoroti persoalan estetika kota, termasuk maraknya pemasangan spanduk dan baliho yang dinilai merusak keindahan tata ruang perkotaan.
Dalam rangkaian Rakornas, turut dibahas berbagai program strategis nasional, mulai dari penguatan ekonomi dan investasi, ketahanan energi, swasembada pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis.
Menanggapi arahan Presiden, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mendukung dan menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI. Ia menegaskan bahwa Batam sebagai kota industri dan pariwisata memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.
“Batam siap bergerak bersama pemerintah pusat. Kami akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan peran masyarakat, serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan,” ujar Amsakar.
