Rute-rute tersebut menjadi indikator kuat bahwa Batam masih menjadi pusat mobilitas dan ekonomi yang menghubungkan Sumatera, Jawa, dan wilayah barat Indonesia lainnya.
Meski sempat berada di bawah proyeksi, manajemen BIB melihat momentum Nataru sebagai pertanda positif menjelang tahun 2026. Kelancaran operasional, peningkatan layanan, serta kerja sama dengan maskapai diprediksi akan mengangkat performa pertumbuhan penumpang secara lebih stabil.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami yakin Hang Nadim akan mencatatkan kinerja yang lebih baik tahun depan,” tambah Annang.
Dengan catatan penumpang yang terus naik dan rute-rute favorit yang semakin kuat, Bandara Hang Nadim tetap menjadi barometer mobilitas dan denyut ekonomi Batam, sekaligus menandai bahwa sektor transportasi udara tengah bergerak menuju pemulihan penuh. (Iman Suryanto)









