Rupiah Jadi Prioritas, BI Pertahankan BI-Rate 4,75 Persen Februari 2026

Sinergi juga diperkuat melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) dan transparansi publikasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), khususnya pada sektor prioritas yang masuk cakupan KLM.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memperkuat daya tahan sektor riil di tengah tekanan eksternal.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI melanjutkan strategi intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Capai Rp 124,33 Triliun, Bank Indonesia Beli Surat Berharga Negara

Di sisi lain, strategi operasi moneter pro-market diperkuat guna menarik aliran masuk investasi portofolio asing, sembari menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Tak hanya moneter, BI juga memperkuat bauran kebijakan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) terus didorong melalui kolaborasi lintas kementerian dan asosiasi, termasuk penyelenggaraan hackathon serta program Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (Digdaya) yang dimulai akhir Februari 2026.

Menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 1447 H, BI memastikan kesiapan sistem pembayaran nasional dan ketersediaan uang Rupiah melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026.

BACA JUGA:  Survei Bank Indonesia: Kinerja Penjualan Eceran Diprediksi Turun pada Februari dan Mei

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *