Rapor Satu Tahun Ansar–Nyanyang di Kepri, Ekonomi Melaju, IPM Tembus “Sangat Tinggi”

Kondisi Jalan Mantap

Kondisi jalan mantap juga terus membaik, dari 79,08 persen (2021) menjadi 81,11 persen (2025). Rasio konektivitas meningkat dari 0,53 poin (2023) menjadi 0,55 poin (2024), memperkuat keterhubungan antarwilayah kepulauan. Melalui Program Kepri Terang, rasio elektrifikasi meningkat dari 94,50 persen (2021) menjadi 99,21 persen (2025), dengan tambahan sekitar 14.225 rumah tangga penerima manfaat hingga 2025.

Merdeka Sinyal

Bacaan Lainnya

Sementara melalui Program Kepri Merdeka Sinyal, perluasan akses telekomunikasi terus dilakukan untuk menjangkau wilayah blank spot, mendukung transformasi digital daerah.

Komitmen digitalisasi ini turut mengantarkan Kepri sebagai provinsi terbaik implementasi QRIS di wilayah Sumatera tahun 2024.

Pembangunan Fisik
Berbagai pembangunan fisik juga terus digesa, revitalisasi infrastruktur jalan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, telah rampung seratus persen.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini mengalihkan fokus untuk memulai pembangunan Tugu Bahasa di pulau bersejarah yang dijuluki Inderasakti tersebut. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan pada tahun 2025 ini kembali melaksanakan penataan di Taman Gurindam 12, Tepi Laut, Tanjungpinang.

Dalam infrastruktur konektivitas, progres pembangunan Jembatan Batam-Bintan menunjukkan kemajuan signifikan. Detail Engineering Design (DED) jembatan ini ditargetkan rampung akhir 2025, dengan panjang total mencapai 7,6 kilometer yang menghubungkan Pulau Batam, Tanjungsauh, Buau, dan Bintan.

Survei dan desain awal telah selesai, dengan dukungan pemerintah sebesar Rp4,23 triliun untuk konstruksi. Pembangunan ini diharapkan memperkuat ekonomi regional, meski terkendala regulasi antarwilayah yang memerlukan harmonisasi kebijakan.

Pos terkait