Ia menyampaikan, silaturahmi memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Hubungan yang erat dan komunikasi yang baik dinilai menjadi fondasi terciptanya kolaborasi yang solid.
“Silaturahmi harus menjadi budaya kita di Batam. Ini menjadi energi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan. Jika hubungan terjaga dengan baik, maka kolaborasi untuk memajukan Batam akan semakin kuat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Amsakar juga mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai waktu untuk meningkatkan kepedulian sosial, termasuk berbagi kepada fakir miskin dan anak yatim.
Ia berharap kebersamaan yang terbangun dalam suasana Ramadan dapat memperkuat persatuan dan mengesampingkan perbedaan demi kemajuan Kota Batam.
Suasana buka puasa berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dan juga diwarnai kegiatan sosial berbagi dengan 1.200 anak yatim, setiap anak menerima santunan sebesar Rp150 ribu. (***)









