Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp8 Triliun di Batam, Bangun Pabrik Amonia untuk Bahan Bakar Kapal Masa Depan

Rahmad mencontohkan Singapura yang berhasil mengembangkan industri pengolahan minyak dan layanan pengisian bahan bakar kapal (bunkering) selama puluhan tahun hingga menjadi salah satu pusat layanan bahan bakar maritim dunia.

Ke depan, amonia dinilai berpotensi menjadi bagian penting dari transformasi industri tersebut. Sejumlah negara bahkan mulai menyiapkan fasilitas pelabuhan untuk mendukung layanan pengisian bahan bakar amonia, termasuk di kawasan Asia Pasifik.

Pupuk Indonesia sendiri memiliki rencana pengembangan industri amonia dengan kapasitas produksi mencapai tujuh juta ton per tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan menjadi yang terbesar di kawasan Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Pasifik.

Bacaan Lainnya

Rahmad menegaskan, pengembangan industri ini tidak dimaksudkan untuk membatasi keterlibatan investor asing. Sebaliknya, kerja sama terbuka bagi berbagai mitra guna mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

“Yang kita inginkan apa? Nilai tambahnya ada di dalam negeri. Jadi, itu sekali lagi, this is not resource nationalism, this is resource industrialization atau hilirisasi. Kita, ekonomi Indonesia yang terbuka dan kita inginkan Batam akan menjadi salah satu maritime hub yang terbesar di dunia nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan penjajakan investasi Pupuk Indonesia sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai model pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Pos terkait