Selain itu jika mereka berminat menjadi guru tinggal mengambil PPG. Guru / dosen sejarah Peneliti di kampus atau lembaga riset, Arsiparis di lembaga pemerintah atau swasta, Kurator museum,Pegawai cagar budaya & pelestarian, heritage, Penulis, editor, atau jurnalis,Content writer untuk edukasi, budaya, wisata Dokumentalis & researcher film/dokumenter Pemandu wisata sejarah, Pegawai perpustakaan & pusat dokumentasi, Analis kebijakan publik, Pegawai kementerian/lembaga pemerintah dan Bidang diplomasi & hubungan internasional.
Human resources (karena kuat di analisis manusia & komunikasi),Copywriter / media / penerbitan,Genealogy researcher (penelusuran silsilah keluarga) Konsultan sejarah untuk film, game, atau media.
Selain itu, FKIP UMRAH juga tengah memproses pengusulan sejumlah program studi baru lainnya, yakni Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskes) serta Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Ahada berharap seluruh proses pengusulan program studi tersebut dapat segera rampung dan memperoleh izin pendirian dari pemerintah sehingga dapat memberikan lebih banyak pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kepulauan Riau.
“Semoga dalam waktu dekat terbit pendirian prodi tersebut sehingga anak-anak Kepri memiliki banyak pilihan untuk kuliah,” ujarnya.
Ketua Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Provinsi Kepulauan Riau Robby Patria menyatakan hadirnya Prodi Sejarah di UMRAH memberikan kesempatan bagi anak anak daerah untuk mendalami sejarah di negeri Melayu ini.
“Provinsi Kepri memiliki sejarah panjang mulai dari Kerajaan Malaka, Johor, hingga Riau Lingga. Akan menjadi kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa ke depannya,” kata Robby. (RILIS)









