Potensi Kelapa hingga Rumput Laut Lingga Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepri

“Persoalan transportasi, sarana dan prasarana, SDM, sampai pemasaran masih menjadi tantangan. Ini yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.

HKTI juga mendorong pemenuhan sarana dan prasarana pertanian, termasuk ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), sehingga produktivitas petani dapat meningkat.

Di sisi lain, HKTI Lingga menyiapkan kerja sama dengan Yonif TP 849/Bhadrika Takti dalam pengembangan ketahanan pangan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah membuka kembali lahan sawah terlantar sekitar dua hektare untuk ditanami jagung dan padi.

Bacaan Lainnya

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.

Selain pengembangan produksi, HKTI Lingga akan memperkuat organisasi di tingkat petani melalui konsolidasi internal dan penyusunan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

HKTI juga akan memperluas sosialisasi hingga ke kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), sehingga keberadaan organisasi dapat lebih dirasakan petani.

Penguatan advokasi hukum turut menjadi agenda penting, terutama untuk membantu meminimalisasi potensi konflik lahan yang dapat terjadi di sektor perkebunan, termasuk perkebunan kelapa sawit.

HKTI juga merencanakan pembangunan database petani. Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar dalam memetakan kebutuhan petani, menentukan program kerja, sekaligus memperluas akses terhadap berbagai program pemerintah.

Dengan penguatan data, produksi, infrastruktur dan akses pasar, HKTI berharap potensi pertanian dan bahari Lingga dapat masuk ke dalam rantai pasok yang lebih kompetitif.

Langkah tersebut dinilai penting agar peningkatan produksi tidak berhenti di tingkat petani, tetapi mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Iman Suryanto)

Pos terkait