Posko Lebaran Hang Nadim Resmi Ditutup, Lonjakan Penumpang Lampaui Rata-rata Nasional

Manajemen bandara mencatat puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 19–20 ribu orang per hari. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 29 Maret dengan jumlah penumpang sekitar 20 ribu orang.

Lonjakan tersebut menunjukkan pola klasik mobilitas Lebaran yang terkonsentrasi pada beberapa hari tertentu, sehingga membutuhkan kesiapan operasional tinggi dari seluruh pemangku kepentingan penerbangan.

Meski sempat terjadi sejumlah kendala teknis pada pesawat, operasional tetap berjalan lancar. Anton menjelaskan keberadaan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di kawasan bandara menjadi faktor kunci dalam menjaga keandalan layanan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kepala OJK Sinar Danandjaya : Investasi dan Pinjol Ilegal Ancam Kepri, Masyarakat Diminta Cek Legalitas Sebelum Terjerat

“Dengan adanya fasilitas MRO, pesawat pengganti bisa segera disiapkan sehingga jadwal penerbangan tidak terganggu signifikan,” jelasnya.

Lonjakan permintaan tiket pada puncak arus balik juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Liza, warga asal Pekanbaru yang baru kembali ke Batam, mengaku harus menunda kepulangan akibat keterbatasan kursi penerbangan.

“Minggu kemarin tiket penuh. Saya baru dapat minggu ini, jadi harus ambil cuti beberapa hari,” katanya.

Namun, kondisi kini mulai berangsur normal. Selain ketersediaan tiket yang lebih baik, harga juga mulai turun dibandingkan saat puncak arus balik.

“Sekarang sudah lebih mudah dapat tiket dan harganya juga lebih terjangkau,” tambahnya.

BACA JUGA:  HUT Korpri dan PGRI, Amsakar Dorong Pelayanan Publik Cepat dan Pendidikan Berkualitas

Pasca penutupan posko, manajemen memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal. Pengalaman selama periode puncak Lebaran dinilai menjadi bekal penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di masa mendatang, baik pada musim liburan panjang, event internasional, maupun pertumbuhan ekonomi Batam.

“Walaupun posko sudah ditutup, kami tetap siap menghadapi potensi lonjakan penumpang dengan pola penanganan yang sudah teruji,” tutup Anton.

Kinerja positif angkutan Lebaran tahun ini menjadi indikator kuat bahwa sektor transportasi udara Batam terus pulih dan berkembang, sekaligus memperkuat peran kota ini sebagai gerbang mobilitas dan ekonomi di kawasan barat Indonesia. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *