Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri mendukung penuh penguatan lembaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkarakter. Ia berharap Ponpes Nur Iman mampu menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus melahirkan calon-calon pemimpin yang membawa nilai keislaman, toleransi, dan cinta tanah air.
“Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan rasa cinta kepada NKRI. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam meningkatkan kualitas SDM,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan Ponpes Nur Iman telah muncul sekitar 10 tahun lalu saat dirinya mengunjungi Pulau Kasu bersama Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan.
Kala itu, Ahmad Muzani melihat lokasi yang berada di dataran tinggi dan berharap berdiri sebuah pondok pesantren yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
“Sepuluh tahun lalu saya datang ke sini, tempat ini masih kosong. Saya sampaikan kepada Pak Iman agar lokasi ini dibangun pondok pesantren sehingga dari kejauhan bisa terlihat. Hari ini cita-cita itu terwujud,” ujar Ahmad Muzani.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan pesantren di daerah perbatasan memiliki makna strategis karena berperan menjaga moral masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.
