Investasi Data Center Batam Dinilai Dorong Ekonomi Digital dan Serapan Kerja

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Kehadiran industri data center di Batam, Kepulauan Riau, dinilai berpotensi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah apabila diikuti penguatan sumber daya manusia (SDM) dan tumbuhnya industri berbasis digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan perkembangan industri data center perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi lokasi penempatan perangkat teknologi dan server, tetapi mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.

Hal tersebut disampaikan Rony dalam kegiatan BIncang Bersama Media di Gedung BI Perwakilan Kepri, Selasa (15/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja dalam industri data center cukup beragam, mulai dari tenaga ahli yang menangani pengolahan dan operasional pusat data hingga tenaga teknis yang bertugas melakukan pemeliharaan perangkat.

“Yang kita harapkan nanti banyak nilai tambahnya ada di Batam dengan menyiapkan terutama skill-skill SDM-nya. Ini akan membuka berbagai lapangan kerja baru,” kata Rony.

Ia menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Kepri. Lembaga pendidikan tinggi, kata dia, memiliki kesempatan untuk menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri data center.

Rony juga melihat potensi berkembangnya industri turunan berbasis data digital seiring bertambahnya investasi data center di Batam.

“Bagaimana nanti juga muncul industri-industri yang berbasis data digital,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan data center akan semakin strategis apabila dapat terintegrasi dengan industri yang telah berkembang di Batam. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika dapat mendorong efisiensi serta meningkatkan produktivitas industri.

Karena itu, BI Kepri mendorong agar perkembangan industri tersebut tidak berhenti pada investasi infrastruktur teknologi semata. Ekosistem pendukung, termasuk SDM, industri digital, dan pemanfaatan teknologi, perlu diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah yang dinikmati daerah.

“Kita jangan nanti terbatas hanya penempatan-penempatan untuk PC, server atau berbagai penunjang. Tapi kita harus meningkatkan nilai tambahnya,” kata Rony.

Dorong Ekonomi Berputar di Daerah

Rony mengatakan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu indikator penting yang akan diperhatikan BI dalam melihat dampak ekonomi dari perkembangan data center di Batam.

Semakin besar keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal, semakin besar pula potensi aktivitas ekonomi yang tercipta dan berputar di dalam daerah.

“Kalau banyak partisipasi yang di sini, ekonominya akan berputar di sini juga. Itu yang menjadi penting,” ujarnya.

BI Kepri saat ini terus mengamati perkembangan investasi data center dan dampaknya terhadap struktur perekonomian daerah. Rony mengatakan investasi yang masuk masih perlu dilihat perkembangannya ketika fasilitas dan kegiatan operasional telah berjalan penuh.

“Kalau nanti terbukti share-nya meningkat lebih tinggi, terus kita lihat dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja, apakah menjadi signifikan. Itu yang nanti kita perhatikan,” katanya.

Menurut Rony, peningkatan penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi lokal akan menjadi salah satu faktor yang memperkuat nilai tambah dari industri data center bagi perekonomian Kepri.

Dengan potensi tersebut, pengembangan data center di Batam tidak hanya dipandang sebagai masuknya investasi berbasis teknologi, tetapi juga sebagai peluang membangun ekosistem ekonomi digital yang melibatkan tenaga kerja, perguruan tinggi, industri, dan pelaku usaha lokal. (Iman Suryanto)

Pos terkait