Polemik Pramuwisata Kepri, Buralimar: Ancaman ‘Senyap’ bagi Ekosistem Pariwisata dan Perputaran Ekonomi Daerah

Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar
Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar

Buralimar menilai travel agent tidak boleh hanya mengeluh, tetapi harus lebih aktif memperjuangkan kepentingannya karena mereka memiliki pramuwisata yang terdaftar dalam asosiasi resmi. Asosiasi, menurutnya, bukan sekadar formalitas tetapi wadah untuk membangun kekuatan kolektif.

“Beberapa travel agent punya pramuwisata yang terdaftar di asosiasi. Mereka harus lebih giat dan lebih fight,” katanya.

Di tengah persaingan yang kian ketat, travel agent perlu membangun daya saing, menciptakan paket wisata kreatif, dan memperkuat hubungan dengan para pemandu agar wisatawan mendapatkan layanan berkualitas dari kanal resmi.

Bacaan Lainnya

Menanggapi dugaan pelanggaran yang menyeret nama pramuwisata tertentu, Buralimar menekankan pentingnya pendekatan profesional dan berbasis fakta. Pelaku yang mengatasnamakan travel agent tanpa izin wajib diproses sesuai mekanisme.

“Kalau ada perorangan yang melanggar dengan mengatasnamakan travel agent tanpa izin, ya proses saja dengan bukti-bukti yang ada,” ujarnya.

Namun ia juga memberi perspektif lain: pramuwisata mandiri yang terbukti profesional dan mendapat kepercayaan wisatawan tidak seharusnya diperlakukan sebagai ancaman. Justru, mereka bisa menjadi aset industri.

“Pramuwisata perorangan yang selama ini teruji dan mendapat trust sebaiknya direkrut saja, ditawarkan bergabung dengan organisasi atau perusahaan pariwisata,” saran Buralimar.

Langkah ini dinilai lebih strategis untuk memperkuat struktur industri sembari mencegah kompetisi tidak sehat.

Buralimar menegaskan bahwa organisasi pramuwisata tidak bisa bekerja sendiri dan harus memperkuat sinergi dengan travel agent. Kolaborasi, bukan saling menyalahkan, adalah kunci memperbaiki struktur ekonomi pariwisata.

Pos terkait