DPRD Kepri menilai bahwa pembenahan manajemen pramuwisata dan regulasi internal menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing Batam sebagai destinasi utama di Indonesia. Kota ini sedang bersaing ketat dengan Johor Bahru, Singapura, dan destinasi negara tetangga lainnya yang terus berbenah dalam layanan wisata.
Polemik semacam ini dinilai berpotensi melemahkan kepercayaan wisatawan maupun mitra usaha dari luar negeri.
“Kepri ini hidup dari sektor jasa. Kalau ekosistem pariwisata terganggu, dampaknya langsung terasa ke ekonomi,” kata Wahyu.
Ia berharap persoalan ini menjadi momentum evaluasi besar-besaran untuk memastikan industri pariwisata Batam tetap tumbuh sehat, profesional, dan berdaya saing. (Iman Suryanto)









