Dr. Melvin menjelaskan, persediaan darah PMI Kota Batam saat kegiatan berlangsung tercatat sekitar 270 kantong. Namun, sebagian stok tersebut harus didistribusikan ke sejumlah rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan transfusi pasien.
Kondisi itu membuat kegiatan donor darah secara rutin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, ketersediaan darah tidak dapat hanya mengandalkan donor ketika terjadi keadaan darurat. Dibutuhkan partisipasi masyarakat secara sukarela dan berkelanjutan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi setiap hari.
Karena itu, PMI Kota Batam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda berusia 17 tahun ke atas yang memenuhi persyaratan medis, untuk mulai menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Jangan menunggu saat membutuhkan darah baru ramai-ramai datang untuk mendonor. Kami mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk ikut membantu karena kebutuhan darah terus berjalan setiap hari,” pesannya.
Kegiatan donor darah ini memberikan dimensi sosial dalam rangkaian menuju Rakernas III PJS di Batam. Agenda tersebut sekaligus menegaskan bahwa organisasi pers dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam penguatan profesionalisme jurnalistik, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan.
Di tengah kebutuhan darah yang terus berjalan setiap hari, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan, diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, PJS Kepulauan Riau berharap semangat solidaritas tidak berhenti pada momentum menjelang Rakernas, melainkan tumbuh menjadi gerakan kepedulian yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(***)
