Budiono juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Batam atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan donor darah. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada anggota PJS yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan insan pers.
Di sisi lain, tingginya kebutuhan darah di Kota Batam menjadi tantangan tersendiri bagi PMI dalam menjaga ketersediaan stok untuk pelayanan kesehatan.
Kepala Bagian Pelayanan Donor PMI Kota Batam, dr. Melvin, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Batam terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia menyebutkan, kebutuhan darah di Kota Batam mencapai sekitar 80 kantong per hari atau kurang lebih 2.500 kantong setiap bulan.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada pasien, PMI harus mengupayakan pengumpulan darah melebihi kebutuhan bulanan tersebut. Langkah ini diperlukan agar persediaan tetap tersedia ketika permintaan meningkat.
“Semakin hari kebutuhan darah semakin meningkat. Dalam sebulan, kebutuhan kami sekarang sudah mencapai sekitar 2.500 kantong. Karena itu, kami harus mencari lebih dari jumlah tersebut,” ujar dr. Melvin.
Ia menegaskan, seluruh golongan darah, yakni A, B, AB, dan O, memiliki kebutuhan masing-masing dalam pelayanan medis. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terpaku pada golongan darah tertentu saat ingin berpartisipasi dalam kegiatan donor.
Partisipasi pendonor dari berbagai golongan darah sangat diperlukan untuk membantu PMI menjaga ketersediaan stok sekaligus memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit.










