Bank Indonesia juga menekankan komitmen memperluas digitalisasi ekonomi melalui peningkatan penggunaan QRIS, kartu ATM/debit, uang elektronik, serta mendorong transaksi non-tunai lainnya.
“Jumlah pengguna, merchant, volume, dan nominal transaksi digital terus meningkat, mencerminkan percepatan transformasi digital masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, jelasnya lagi, BI Kepri aktif mempromosikan cross-border payment untuk memudahkan transaksi lintas negara, terutama guna mendukung sektor pariwisata mengingat lokasi strategis Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Menutup paparannya, Ardhienus menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antar-OPD, lembaga, serta pemerintah daerah akan terus diperkuat. Bank Indonesia berkomitmen hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas inflasi di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Luki Zaiman Prawira menegaskan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.” dimana tema tersebut mencerminkan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tantangan domestik maupun global yang masih berlangsung.
Stabilitas ekonomi yang terjaga menjadi fondasi penting menuju pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, inklusif, sekaligus menopang agenda besar Indonesia Emas 2045.
Luki Zaiman menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri turut memperkuat strategi pembangunan ekonomi melalui pengembangan teknologi, perluasan digitalisasi, dan penguatan sektor energi.
Pemerintah daerah juga menggandeng perusahaan daerah serta sektor swasta untuk memperluas kontribusi UMKM dalam perekonomian regional.










