Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan dan perbaikan tabung, meningkatkan efisiensi perputaran tabung, serta mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pemeliharaan di luar wilayah Karimun.
Dari sisi kelancaran distribusi, koordinasi juga terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Karimun, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, serta mitra penyalur dan transportir.
Langkah ini mencakup optimalisasi kesiapan armada, pengaturan jadwal pengangkutan dan bongkar muat, serta antisipasi kendala transportasi laut guna menjaga kesinambungan pasokan LPG ke wilayah kepulauan.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun secara umum tetap berlangsung. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memberikan perhatian terhadap kendala distribusi dan perputaran tabung di sejumlah wilayah, serta melakukan langkah penanganan bersama pihak terkait untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan pemantauan juga akan dilakukan menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, termasuk memastikan kesiapan operasional SPBE dan seluruh lembaga penyalur.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh mitra penyalur. Kami ingin memastikan kebutuhan LPG 3 Kg masyarakat Karimun dapat terus terlayani dengan baik, aman, dan sesuai peruntukannya,” tutup Silvani.(**)













