Anton menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan, seperti biaya tenaga kerja yang kompetitif dan struktur industri yang terintegrasi. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan produktivitas, modernisasi industri, serta pemenuhan standar keberlanjutan yang kini menjadi syarat utama di pasar internasional.
Untuk mendukung eksportir, LPEI menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan mitigasi risiko, mulai dari pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment) dan pasca-pengapalan (post-shipment), Trade Credit Insurance (TCI), hingga Marine Cargo Insurance yang memberikan perlindungan selama proses pengiriman barang.
Selain pembiayaan, LPEI juga menghadirkan layanan konsultasi (advisory) dan informasi pasar guna membantu pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan global.
“Penguatan rantai pasok tekstil nasional membutuhkan kolaborasi yang erat. LPEI hadir tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga layanan advisory dan market insight agar eksportir semakin siap memenuhi kebutuhan pasar global,” kata Anton.
Dukungan tersebut juga dirasakan oleh pelaku industri. Direktur Utama PT Ungaran Sari Garments, Maniwanen, mengatakan fasilitas dari LPEI membantu perusahaan menjaga kelancaran aktivitas ekspor sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap risiko perdagangan internasional.
“Fasilitas LPEI sangat membantu operasional ekspor kami. Selain mengurangi beban pembiayaan, produk asuransinya juga memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko sehingga kami lebih percaya diri dalam memperluas pasar ekspor,” ujarnya.
Dengan pemulihan permintaan global dan dukungan pembiayaan yang semakin kuat, industri tekstil Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pangsa pasar ekspor di tengah kompetisi internasional yang semakin ketat.
SUMBER: DETIK










