Penelitian Ungkap Manfaat Menulis Tangan, Bisa Bantu Otak Lebih Terhubung

Meski demikian, penelitian tersebut tidak luput dari kritik. Sejumlah peneliti lain secara terbuka mengkritik studi tersebut dengan mempublikasikan kritiknya di jurnal yang sama. Kritik tersebut berkaitan dengan keterbatasan metode, analisis, serta interpretasi hasil penelitian.

Artinya, temuan mengenai manfaat menulis tangan tetap perlu dilihat dengan mempertimbangkan keterbatasan penelitian dan bukti ilmiah lainnya.

Menulis Tangan Juga Dikaitkan dengan Pengurangan Stres

Selain kaitannya dengan aktivitas otak dan proses belajar, penelitian yang lebih lama juga menemukan adanya manfaat dari aktivitas menulis tangan, khususnya tulisan tangan bergaya kaligrafi.

Bacaan Lainnya

Aktivitas tersebut disebut dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan detak jantung.

Karena itu, meskipun perangkat digital semakin mendominasi aktivitas belajar dan bekerja, kebiasaan menulis tangan tetap dapat menjadi aktivitas yang bermanfaat untuk dipertahankan.

Cara Meningkatkan Kebiasaan Menulis Tangan

Bagi mereka yang sudah jarang menulis tangan, terdapat beberapa cara sederhana untuk kembali membangun kebiasaan tersebut.

1. Selalu bawa alat tulis

Membawa buku catatan, buku tulis, post-it notes, dan pulpen di dalam tas dapat memudahkan seseorang untuk menulis kapan saja.

Meletakkan alat-alat tersebut di tempat yang mudah dijangkau juga dapat meningkatkan motivasi untuk kembali menulis menggunakan tangan.

2. Perbanyak membaca

Membaca buku, baik fiksi maupun nonfiksi, dapat memperkaya kosakata sekaligus membantu seseorang menemukan gaya penulisan yang sesuai dengan dirinya.

Semakin banyak bahan bacaan, semakin banyak pula ide yang dapat dituangkan dalam tulisan.

3. Luangkan waktu sekitar 20 menit setiap hari

Kebiasaan menulis tidak harus dimulai dengan membuat tulisan panjang. Sisihkan waktu sekitar 20 menit setiap hari untuk menulis secara bebas.

Tulisan tersebut dapat berupa puisi, surat, catatan harian, daftar lagu favorit, atau sekadar menuangkan pikiran yang sedang ada di kepala.

Dengan cara sederhana tersebut, aktivitas menulis tangan dapat kembali menjadi bagian dari rutinitas meskipun kehidupan sehari-hari semakin bergantung pada perangkat digital.

SUMBER: DETIK

Pos terkait