Penelitian Ungkap Manfaat Menulis Tangan, Bisa Bantu Otak Lebih Terhubung

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan teknologi digital membuat kebiasaan menulis menggunakan pulpen atau pensil semakin jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Di lingkungan sekolah, aktivitas menulis tangan masih cukup umum, terutama di jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Namun, memasuki perguruan tinggi, mahasiswa lebih banyak mengandalkan perangkat digital seperti laptop maupun gawai untuk mencatat materi perkuliahan.

Padahal, penelitian yang dilakukan F R (Ruud) van der Weel dan Audrey L H van der Meer dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menunjukkan bahwa menulis tangan memiliki manfaat tertentu terhadap aktivitas otak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Lulusan SMK di Kepri Ditargetkan Langsung Kerja, Industri Manufaktur Jadi Penyerap Utama

Penelitian berjudul “Handwriting but not typewriting leads to widespread brain connectivity: a high-density EEG study with implications for the classroom” tersebut mengungkapkan bahwa menulis tangan dapat membantu seseorang lebih mudah memvisualisasikan sebuah konsep.

Dalam penelitian tersebut, aktivitas otak mahasiswa direkam ketika mereka melakukan aktivitas menulis menggunakan pulpen digital dan mengetik menggunakan kibor.

Dari 40 mahasiswa yang menjadi bagian penelitian, aktivitas otak 36 mahasiswa dianalisis.

Para peneliti juga menemukan bahwa perbedaan tempo antara menulis tangan dan mengetik dapat berpengaruh terhadap proses berpikir. Menulis tangan yang cenderung lebih lambat memungkinkan seseorang menjadi lebih reflektif dan cermat dalam mengolah informasi.

BACA JUGA:  Hari Anak Nasional 2026, KemenPPPA Dorong Penguatan Perlindungan dan Masa Depan Anak

Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong proses analisis yang lebih kreatif dan kritis.

“Mereka menggunakan penalaran spasial melalui sketsa dan cara mereka menata informasi untuk menyandikan ide-ide di setiap halaman. Hal ini umumnya mengarah pada kinerja yang lebih tinggi bagi mereka yang mencatat dengan tangan pada pertanyaan-pertanyaan konseptual, terutama ketika mereka diberi kesempatan untuk meninjau catatan mereka,” kata para peneliti seperti dikutip dari Independent.

Menulis Tangan Melibatkan Banyak Aktivitas Otak

Menulis menggunakan pulpen membutuhkan proses yang lebih kompleks dibandingkan sekadar menekan tombol pada kibor.

Ketika menulis, seseorang harus menggenggam alat tulis, mengatur tekanan, mengarahkan gerakan tangan untuk membentuk huruf, sekaligus mengamati hasil tulisan.

BACA JUGA:  'Ruck Strong, Live Strong', Kolaborasi Energi dan Edukasi di HARRIS Barelang Batam

Proses tersebut membuat seseorang harus mempertahankan fokus selama menulis.

Dalam penelitian yang sama, para peneliti menyebut aktivitas menulis tangan karakter demi karakter dapat memperkuat koneksi di antara berbagai wilayah otak.

Bagian otak yang terlibat antara lain wilayah yang berkaitan dengan perhatian, persepsi, visual, bahasa, serta koordinasi motorik.

Saat seseorang menulis sebuah kata, otak secara bersamaan menerima berbagai informasi. Mulai dari apa yang dilihat mata, gerakan tangan, tekanan alat tulis hingga posisi tubuh dan arah gerakan untuk membentuk huruf berikutnya.

“Setiap jari Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan huruf yang dapat dikenali,” kata Sophia Vinci-Booher, ahli neurosains di Vanderbilt University, kepada NPR.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *