Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat tingginya biaya logistik dan transportasi laut. Selain itu, keterbatasan akses digital di wilayah perbatasan juga menjadi hambatan dalam percepatan digitalisasi desa.
Nyanyang menekankan pentingnya penguatan jaringan internet satelit guna mendukung pengembangan desa digital di wilayah kepulauan.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah titik blank spot yang menghambat akselerasi transformasi ekonomi berbasis teknologi di daerah perbatasan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, telah menghasilkan berbagai capaian positif pada indikator makro pembangunan.
Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 tercatat sebesar 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 79,89 pada 2024 menjadi 80,53 pada 2025, menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 6,89 persen pada Februari 2025 menjadi 6,35 persen pada November 2025.
