OPINI : Ekonomi 5 Persen: Terlalu Nyaman dan Betah

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Dalam ekonomi, inilah supply side.

Supply ditentukan oleh tiga hal sederhana: modal, tenaga kerja dan produktivitas.
Ekonom biasanya menuliskannya:

Y = f(K, L, A)
K adalah modal. L adalah tenaga kerja. A adalah teknologi dan produktivitas.
Untuk Indonesia, mungkin bisa ditambah dua huruf lagi: institusi dan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Sebab modal dan tenaga kerja sehebat apa pun akan kehilangan sebagian tenaganya kalau barang memerlukan waktu terlalu lama sampai ke pelabuhan, izin berubah-ubah, listrik tidak pasti, investasi menunggu keputusan terlalu lama, atau kementerian yang satu tidak berbicara dengan kementerian lainnya.

Masalah Kita: Kurang Pembeli atau Dapur Kurang Besar?

Di sinilah diagnosis menjadi penting. Kalau selama satu atau dua tahun ekonomi tumbuh hanya 4,5 persen karena masyarakat menahan konsumsi, kredit melemah, atau ekspor jatuh, demand management sangat relevan.

Tetapi kalau selama sekitar dua dekade ekonomi terus kembali ke sekitar 5 persen, kita perlu bertanya lebih dalam.

Mungkin persoalannya bukan semata-mata pedal gas.
Mungkin mesinnya memang hanya mampu berlari nyaman di sekitar kecepatan itu.

World Bank sampai pada diagnosis yang mirip. Pertumbuhan Indonesia dinilai telah stabil sekitar 5 persen, tetapi produktivitas masih ditahan oleh hambatan regulasi, konsentrasi pasar, terbatasnya difusi pengetahuan dan teknologi, pembatasan perdagangan dan lemahnya penciptaan pekerjaan berproduktivitas tinggi.

Pos terkait