OPINI: Belajar dari Phu Quoc, Mengapa Vietnam Bisa Menjadi Kiblat Pariwisata Baru dan Apa yang Harus Dipelajari Indonesia?

Mohd Rizky, S.Kom., M.M. Alumnus Pascasarjana Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko, Universitas Diponegoro.
Mohd Rizky, S.Kom., M.M. Alumnus Pascasarjana Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko, Universitas Diponegoro.

Wilayah Utara hingga Selatan sebagai Simfoni Hiburan
Vietnam membagi strategi pengembangan Phu Quoc dalam dua kutub utama. Di Kawasan Utara, VinWonders menawarkan enam dunia tematik imersif dan Sea Shell Aquarium yang ikonik.

Di Kawasan Selatan, Sun Group mengubah wajah pulau dengan Sunset Town yang estetik, menyuguhkan pertunjukan kelas dunia seperti Kiss of the Sea, serta akses kereta gantung lintas laut terpanjang menuju Aquatopia Water Park.

Sebagai bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas, Vietnam juga mengintegrasikan penggunaan kendaraan listrik (EV) ke dalam ekosistem pariwisata ini. Implementasi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, menjadi standar operasional yang didukung oleh partisipasi aktif sektor swasta di kawasan wisata.

Bacaan Lainnya

Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai dukungan terhadap kebijakan nasional, tetapi juga memperkuat branding Phu Quoc sebagai destinasi wisata modern yang sadar lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Strategi ini bukan sekadar membangun wahana, melainkan menciptakan ekosistem tujuan wisata secara total. Penunjukan Sunset Town sebagai tuan rumah The APEC Summit 2027 adalah langkah diplomasi cerdas untuk memposisikan Phu Quoc sebagai pusat gravitasi baru di Asia Tenggara.

Vietnam berada pada urutan ketiga negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi pada Maret 2026, di bawah Malaysia dan Thailand.

Pos terkait