OPINI : Anak-Anak Muda Statistik

Sebentar lagi mereka akan berjalan dari pintu ke pintu. Ada yang akan diterima dengan ramah. Ada yang dicurigai. Ada yang diminta menunggu. Ada yang akan mendengar jawaban tidak lengkap. Ada yang akan menghadapi pelaku usaha yang merasa terlalu kecil untuk dicatat.

Saya melangkah keluar dari restoran. Pagi sudah lebih terang. Di belakang saya, rompi bertuliskan Statistik itu masih bergerak di antara kursi-kursi. Ada haru dan hormat; ada harapan agar negara membaca teliti data yang terkumpul dan tidak berhenti sebagai arsip. Data-data itu harus menjelma menjadi kebijakan yang benar agar sejarah Indonesia masa depan lebih terang.

Pagi ini, saya teringat _Ibu Tanjung, guru sejarah SMP saya_; dia pernah berujar kalau sejarah dibuat oleh orang-orang yang tidak merasa sedang membuat sejarah.*(IM)*

Bacaan Lainnya

Pos terkait