OJK Tekankan Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Finansial Generasi Muda

Kuliah umum diikuti oleh lebih dari 300 peserta, terdiri atas mahasiswa dan civitas academica UNEJ, serta pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini dirancang sebagai forum edukasi strategis untuk menyampaikan arah kebijakan serta pengembangan sektor perasuransian, tetapi juga mempertemukan perspektif regulator, akademisi, dan industri.

Sinergi Peningkatan Peran Asuransi
Sebagai rangkaian kegiatan kuliah umum, dilaksanakan juga penandatanganan kerja sama antara UNEJ dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sebagai bentuk konkret sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan industri.

Kerja sama tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Menteri Keuangan Minta OJK dan BI Dorong Lembaga Keuangan Dukung Program MBG

Dalam kerja sama dengan AAJI, turut diperkenalkan Beasiswa Harry Dyah, yang ditujukan bagi mahasiswa UNEJ yang menyusun skripsi dengan tema Asuransi Jiwa. Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya karya akademik yang relevan dengan dinamika industri, memperkaya kajian asuransi jiwa di Indonesia, serta menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik industri.

Sementara itu, kerja sama dengan ACA mencakup peluang penelitian bersama, pengembangan produk dan model bisnis asuransi yang lebih inklusif, serta kegiatan akademik terapan, seperti kuliah praktisi dan diskusi tematik, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Retno Woelandari, Kepala OJK Jember Mohammad Mufid, para Wakil Rektor UNEJ beserta jajaran, Ketua Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara, serta seluruh Ketua Asosiasi Asuransi di Indonesia.

BACA JUGA:  OJK Targetkan Penghimpunan Dana dari Pasar Modal Indonesia Rp220 Triliun di 2025

Melalui penyelenggaraan kuliah umum dan sinergi peningkatan peran asuransi di UNEJ, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan yang berkelanjutan di daerah, memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri, serta memperkecil kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *