OJK Kepri: Literasi Keuangan Kunci Cegah Penipuan Digital

“Industri perbankan perlu terus proaktif melalui penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan teknologi analisis data, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Eka.

Eka juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan industri dalam membangun sistem keamanan yang kokoh.

“Implementasi kebijakan Bank Indonesia dan OJK secara konsisten akan mendukung terciptanya sistem keamanan yang tangguh dan stabil di sektor perbankan dan keuangan,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau sekaligus perwakilan Ketua BMPD Kepulauan Riau, Ardhienus, menegaskan bahwa risiko siber dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga perlu dikelola secara optimal melalui penguatan manajemen risiko yang berkelanjutan.

Seminar tersebut turut dihadiri Ketua PERBANAS Batam Kepulauan Riau Lenny serta menghadirkan narasumber dari industri, akademisi, dan regulator, yaitu Senior Adviser Fraud Banking Investigation BCA sekaligus Ketua Komite Kerja Siber Fraud PERBANAS Wani Sabu, Ketua DPW DKI Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Nusantara Arief Wibowo, serta Manajer Departemen Pelindungan Konsumen OJK Mita Rike Novilia.

Dalam paparannya, Wani Sabu menyampaikan berbagai modus operandi serta strategi investigasi fraud perbankan untuk memperkuat deteksi dan pencegahan kejahatan keuangan.

Arief Wibowo menekankan pentingnya penguatan keamanan siber sebagai fondasi utama perlindungan sistem digital perbankan dari berbagai ancaman.

Pos terkait