Berdasarkan data terbaru, penyaluran kredit bank umum di Natuna mengalami kontraksi sebesar 6,31 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit bank umum di Provinsi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 36,20 persen yoy.
Meskipun demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi salah satu sektor utama dalam penyaluran kredit di Natuna dengan porsi mencapai 19,56 persen.
Dukungan terhadap pembiayaan pelaku usaha juga terlihat melalui program kredit bersubsidi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Natuna mencatat penyerapan terbesar dalam program tersebut dengan total penyaluran mencapai Rp17,9 miliar kepada sekitar 680 debitur.
Untuk memperluas akses permodalan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan Lembaga Jasa Keuangan akan menggelar forum business matching.
Kegiatan tersebut akan mempertemukan kebutuhan pembiayaan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan yang sesuai sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin bankable.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi Suryanto menyambut baik program yang diinisiasi OJK. Menurutnya, keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha perikanan di Natuna.
Di sisi lain, potensi perikanan Natuna telah menjangkau pasar internasional. Pelaku usaha budidaya perikanan lokal telah melakukan ekspor sejumlah komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon, yang pengangkutannya dilakukan langsung menggunakan kapal dari Hong Kong.
Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Perpustakaan Desa
Dalam audiensi dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi, OJK mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai salah satu pusat pembelajaran masyarakat untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.
