OJK Dorong Generasi Muda Rajin Menabung, 679 Ribu Rekening Pelajar Dibuka

OJK Berikan Penghargaan

Sebagai bagian dari puncak HIM dan BLK 2026, OJK juga memberikan penghargaan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award.

KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung implementasi Program KEJAR, mulai dari pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi hingga edukasi.

Sementara Financial Literacy Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha jasa keuangan, stakeholders, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, dan komunitas yang berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah penerima Financial Literacy Award kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Prudential Life Assurance, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Untuk kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif, penghargaan diberikan kepada PT Bank Central Asia Tbk, PT BPR Hasa Mitra, PT BNI Modal Ventura, PT Prudential Life Assurance, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian.

Sementara itu, penerima penghargaan pemerintah daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik meliputi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Ambon, dan Pemerintah Kabupaten Malang.

Untuk KEJAR Award, sejumlah penerima kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk subkategori BUMN, PT Bank Central Asia Tbk untuk Bank Umum Konvensional, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk Bank Umum Syariah.

Penghargaan juga diberikan kepada berbagai bank pembangunan daerah, BPR/BPRS, satuan pendidikan, serta pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam implementasi KEJAR.

Target Inklusi Keuangan 98 Persen pada 2045

Rangkaian HIM dan BLK 2026 menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini sekaligus mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam RPJPN.

OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda dan diikuti kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan juga diharapkan dilakukan secara tepat sehingga masyarakat mampu membangun kemandirian finansial dan terhindar dari berbagai risiko dalam perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait