Untuk menjaga tren positif tersebut, fokus pengembangan ekonomi daerah ke depan akan diarahkan pada program hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penyediaan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan.
Forum strategis ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akademisi, hingga para pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam mempercepat ekosistem keuangan digital yang inklusif di kawasan Indonesia Timur. (***)









